Terimakasih Tuhan, Telah Mengirimkan Seorang Profesional

1

Terimakasih Tuhan, Telah Mengirimkan Seorang Profesional

Suatu hari, seorang ibu yang sedang bekerja mendapat telepon dari pengasuh anaknya, putrinya sakit dan demam sangat tinggi. Sesudah minta izin, ibu itu bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang, ia mampir ke apotik untuk membeli obat penurun demam untuk putrinya. Ketika akan membuka pintu mobil, ia baru sadar, ternyata kuncinya tertinggal di dalam mobil.

Ia panik, bingung apa yang harus dilakukan karena harus segera tiba di rumah. Ia lalu menelepon ke rumah dan pengasuh anaknya memberitahu, kondisi putrinya memburuk. Ia lalu menjelaskan kesulitan yang sedang dihadapinya. Si pengasuh menyuruhnya mencari gantungan baju dan gunakan untuk membuka pintu mobil.

Ibu itu menemukan gantungan baju karatan di tanah, lalu memungut gantungan baju itu, memandanginya dan berkata kepada diri sendiri, ” Saya tak tahu bagaimana caranya menggunakan benda ini “.

Ia lalu berlutut, menundukkan kepala dan berdoa meminta Tuhan membantunya. Baru saja ia berhenti berdoa, sebuah mobil butut bergerak mendekat. Ia bisa melihat pengemudinya yang seorang pria lusuh, kotor, berjanggut tebal berantakan dengan ikat kepala dari kain compang camping.

” Tuhan Maha Baik. Apakah ini bantuan yang Engkau kirimkan kepada saya ? ” kata ibu itu dalam hati. Pengemudi itu menghentikan mobilnya, lalu berjalan ke ibu itu dan bertanya, ” Ada yang bisa saya bantu ? “.

” Ya ! Tolong, anak saya sedang sakit parah. Saya harus segera tiba di rumah. Tolong, apakah anda bisa menggunakan gantungan baju ini untuk membuka pintu mobil saya ? ” kata ibu itu.

” Tentu ! ” katanya. Lalu berjalan ke mobil itu dan dalam sedetik, pintu mobil terbuka. Ibu itu menjabat tangan pria tersebut dan sambil berlinangan air mata, ia berkata, ” Terimakasih banyak. Anda benar – benar orang yang sangat baik hati. “

” Nyonya, saya bukan orang baik. Saya baru saja keluar dari penjara karena mencuri mobil. ” Ibu itu menjabat tangan pria itu lagi dan berseru, ” Terimakasih Tuhan, karena telah mengirimkan saya seorang profesional ! “