Stop Bilang Cengeng !

2

Stop Bilang Cengeng !Seringkali tanpa disadari orangtua memberi label buah hatinya dengan sebutan “cengeng” apabila anak sering menangis, merengek, manja dan sebagainya. Misalnya, anak tidak mau ditinggal saat bersekolah di Taman Kanak – Kanak, dimana teman – temannya sudah bisa mandiri, atau menangis saat diminta mengerjakan PR, menangis jika tidak dibelikan mainan kesukaannya. ” Kenapa sih anakku cengeng sekali ? ” ini yang sering ada di pikiran orangtua, bahkan ironisnya ini pula yang sering terucap di depan anak itu sendiri. Stop bilang cengeng !

Menurut Anna Surti Ariani, Psi, tangisan anak yang terus menerus bisa disebabkan oleh tiga faktor yaitu anak sedang merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri, anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan tempatnya tinggal sementara faktor ketiga ini penting sekali yaitu tanpa disadari, anak ” dibiasakan ” berperilaku cengeng oleh orangtua.

Tidak nyaman dengan diri sendiri

Setiap manusia pasti memiliki keluhan atau ketidak nyamanan atas kondisi yang terjadi, begitu pula dengan anak – anak. Karena anak masih kecil, maka mereka belum bisa mengekspresikan dirinya secara verbal, sehingga menangis adalah caranya menyampaikan apa yang mengganggunya. Jika si kecil menangis terus menerus, nafsu makan berkurang, rewel, dan sulit tidur, bisa jadi hal ini menandakan si kecil mengalami depresi. Depresi pada anak memang bisa jadi berbeda dengan orang dewasa. Bisa jadi dia tidak terlihat murung tetapi lebih sering menangis atau marah – marah tanpa sebab. Bila ada tanda – tanda seperti itu, segera cari tahu apa penyebab depresinya dan segera diatasi.

Tidak nyaman dengan lingkungan

Faktor lingkungan yang bising biasanya bisa memicu si kecil terus – terusan menangis. Si kecil akan merasa kurang nyaman sehingga akan lebih cepat menunjukkan emosinya. Jika memang lingkungan tempat anda tinggal adalah lingkungan yang bising, biasakan si kecil dengan kondisi tersebut. Anda bisa menjadikan kebisingan suara sebagai suatu permainan yang mengasyikan. Misalnya, jika anda tinggal di lingkungan dekat perlintasan kereta, setiap kereta akan lewat dan lonceng berbunyi, ajaklah si kecil menghitung berapa kali lonceng berbunyi, dengan ceria dan menyenangkan, sehingga diharapkan si kecil lama kelamaan akan beradaptasi dengan kebisingan lingkungan.

Pola asuh orang tua

Tanpa disadari, para orang tua juga berperan dalam sikap cengeng pada anak. Sering kata cengeng dilontarkan di hadapan si kecil, sehingga hal tersebut akan membentuk konsep pada dirinya bahwa ia adalah si anak cengeng. Sebaiknya tahan mengatakan anak anda cengeng. Sering – seringlah mengatakan hal yang positif kepada anak, agar anak merespon hal – hal yang positif pula. Contoh lain, seringkali orang tua tidak sabar dalam menangani anak yang rewel dan menangis terus menerus. Sehingga apa yang diinginkan anak akan segera dituruti dengan harapan agar tangisannya berhenti. Padahal hal ini bukannya membentuk karakter yang baik, tetapi akan membuat si anak menyadari bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk mewujudkan keinginannya.

Dari faktor – faktor diatas, sebaiknya orang tua menyadari dan lebih peka menghadapi tangisan anak. Selidiki apa yang membuat anak anda rewel dan mudah menangis. Temukan faktor penyebabnya dan segera selesaikan dengan solusi yang baik untuk pembentukan karakter anak anda di kemudian hari.

Jadi….Stop bilang cengeng !!