Pintu Yang Tak Terkunci

0

Pintu Yang Tak TerkunciWaktu kau masih kecil

Dan hanya berjarak satu sentuhan

Aku melindungimu dengan selimut

Melawan udara malam dingin…

Tapi sekarang kau sudah besar

Dan di luar jangkauan,

Aku melipat tanganku

Dan melindungimu dengan doa

——————

Di Glasgow, Skotlandia, seorang wanita muda, seperti kebanyakan remaja masa kini, merasa bosan akan rumah dan larangan orangtuanya. Anak itu menolak gaya hidup keluarganya yang religius dan berkata, “Aku tak mau Tuhan kalian. Aku tak tahan lagi. Aku mau pergi!”

Ia pergi, memutuskan untuk menaklukkan dunia. Namun, tak lama kemudian, ia berkecil hati dan tak mampu mendapat pekerjaan, jadi ia turun ke jalan dan menjual tubuhnya sebagai pelacur. Tahun-tahun berlalu, ayahnya meninggal, ibunya bertambah tua, dan si anak semakin terjerumus dalam gaya hidupnya.

Anak dan ibu tak pernah berhubungan selama itu. Si ibu, ketika mendengar di mana anaknya berada, pergi ke bagian kumuh kota itu untuk mencari anaknya. Ia berhenti di setiap rumah penampungan dengan permintaan sederhana. “Bolehkah saya memasang foto ini?” Foto adalah foto si ibu yang tersenyum dan beruban dengan pesan tulisan tangan di bawahnya: “Ibu masih sayang padamu…pulanglah!”

Beberapa bulan berlalu dan tak terjadi apa-apa. Lalu suatu hari si anak masuk ke tempat penampungan untuk makan. Ia duduk melamun mendengarkan misa, sementara matanya berkelana di papan pengumuman. Di sana ia melihat sebuah foto dan bepikir, Mungkinkah itu ibuku?

Ia tak sabar menunggu berakhirnya misa. Ia berdiri dan pergi melihatnya. Memang itulah ibunya, dan di bawahnya ada perkataan:  “ Ibu masih sayang padamu…pulanglah ! ”  Sambil berdiri di depan foto itu, ia menangis. Rasanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

Waktu itu sudah malam, tapi ia begitu tersentuh oleh pesan itu sehingga ia mulai berjalan pulang. Saat ia tiba, hari sudah pagi. Ia tak berani dan berjalan dengan takut-takut, tak begitu tahu apa yang harus dilakukannya. Saat ia mengetuk, pintunya terbuka sendiri. Pikirnya, pastilah ada seseorang yang menyelundup ke dalam rumah.

Sambil mencemaskan keselamatan ibunya, wanita muda itu berlari ke kamar ibunya dan mendapatinya masih tidur. Ia mengguncang tubuh ibunya, membangunkannya, dan berkata, “Ini aku! Ini aku! Aku pulang!”

Sang ibu hampir tak mempercayai penglihatannya. Ia menghapus air matanya dan mereka berpelukan. Si anak berkata, “Aku cemas sekali! Pintunya terbuka dan kusangka ada pencuri masuk!”

Sang ibu menyahut dengan lembut, “Tidak, sayang. Sejak kau pergi, pintu itu tak pernah terkunci.”

——————

Kisah yang indah tentang kasih seorang ibu, bukan ? Betapa besar kasih seorang ibu kepada anak – anaknya. Apapun yang dilakukan sang anak, seorang ibu sanggup menerima dan memaafkannya.

Kasih ibu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir. Kasih ibu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiap orang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkannya seperti mentari siang dan menyelimutinya seperti bintang malam. Kasih ibu itu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir. ( Art Urban )

Untuk seluruh Ibu di dunia….” Selamat Hari Ibu “. Semoga kita semua menjadi ibu – ibu yang lebih baik lagi bagi keluarga dan anak – anak kita.