Mengenang Margareth Thatcher

0

Mengenang Margareth ThatcherMargaret Thatcher, (13 October 1925 – 8 April 2013 ), menjabat sebagai Perdana Menteri  Inggris  dari tahun 1979-1990 dan merupakan wanita pertama yang memimpin negara utama di demokrasi  Barat. Yang seharusnya membuat dia sebagai pahlawan feminis. Apakah dengan ini dia dapat dikatakan sebagai pahlawan kaum feminis?

Yah, mungkin. Yang benar adalah bahwa banyak kaum feminis di inggris tidak mencintai Margaret Thatcher dan masih tidak sampai dengan sekarang.  Menurut Harian Telegraph pada tahun 2009, Thatcher mendapatkan tepuk tangan dan kagum atas terpilihnya sebagai perdana menteri tapi selama masa jabatannya dia tidak pernah mempromosikan satupun seorang wanita untuk menduduki jabatan di kabinet yang dipimpinnya,  kekaguman itu berubah menjadi kekecewaan dan kemarahan. “Mereka mengatakan, bahwa dia tidak melakukan apa pun untuk perempuan.”

Sementara pernyataan Thatcher yang menganggap wanita  adalah tas campuran – mixed bag.  Terdapat beberapa ketidak jelasan mengenai gender  di sini dan terdapat unsur tradisional sederhana, disini  pada pernyataan ini menunjukkan bahwa Thatcher bukan seorang  memandang gender sebagai suatu hal yang penting, dia percaya bahwa  “saya tidak berutang apa-apa terhadap perempuan” .

Di bawah ini adalah beberapa  kutipan Thatcher  tentang gender dan kekuasaan  yang dikumpulkan.  Bebas untuk di interpretasi mengenai  apakah sikap kasar Thatcher terhadap keperempuanan sendiri berarti dia anti-feminis, dengan feminis terbesar dari mereka semua, atau sesuatu yang lain di antara keduanya.

“Dalam politik, jika Anda ingin sesuatu untuk di katakan, mintalah kepada seorang pria. Jika anda ingin sesuatu untuk dilakukan, mintalah kepada seorang wanita..” (1965)

“Saya punya kemampuan wanita untuk tetap pekerjaan dan melanjutkan dengan itu ketika orang lain berjalan pergi dan meninggalkannya.” (1975)

“Saya pikir dalam hidupku , tidak akan ada Perdana menteri wanita.” (1973)

“Setiap wanita yang memahami masalah dalam menjalankan rumah tangga, dia akan lebih dekat untuk memahami masalah dalam menjalankan negara.” (1979)

“Perjuangan untuk hak-hak perempuan sebagian besar telah di menangkan.” (1982).