Bertengkar Di Depan Anak ? Itu Normal…Asalkan..

0

Bertengkar Di Depan Anak ? Itu Normal...Asalkan..Disadari atau tidak, hampir semua orangtua pernah bertengkar hebat dengan pasangan dan tiba – tiba anda melihat anak anda menatap anda dengan mata lebar dan penuh ketakutan di pintu.

Terkadang bertengkar di depan anak memang sering kali tak terhindarkan, sekeras apapun anda berusaha menjadi orangtua yang baik. Tetapi sejauh anda bertengkar secara adil dan tidak berdebat dengan suara keras di depan bayi atau anak balita anda, bertengkar di depan anak termasuk bagian yang normal dalam rumah tangga manapun.

Melihat orangtua bertengkar bisa menakutkan anak, tapi melihat mereka bisa menyelesaikan perbedaan dengan cara positif juga memberikan rasa aman yang besar, kata Kathleen E. Finnegan, MA LPC. Jika anak bisa belajar bahwa pasangan dan keluarga bisa tetap utuh, bahkan sesudah mengalami situasi yang panas, hidup mereka akan jauh lebih mudah. Mereka akan belajar bahwa perbedaan bisa diselesaikan dengan cara yang positif juga.

Berikut ini aturan bertengkar di depan anak, jika pertengkaran tidak terhindarkan  :

1. JANGAN MENERUSKAN PERTENGKARAN

Perhatikan reaksi anak anda, ketika suasana panas mulai tidak terhindarkan. Saatnya mengganti topik pembicaraan, atau membicarakan topik itu di lain waktu saja jika anda melihat anak anda tampak stres atau jika mereka mulai terlibat.

2. SELESAIKAN MASALAH DI DEPAN ANAK ANDA

Sebagai orangtua, anda bisa mengajarkan anak anda bahwa masalah yang terjadi dalam suatu hubungan itu adalah hal yang wajar, tetapi diakhiri juga dengan penyelesaian masalah. Tunjukkan pada mereka, kendati orangtua bertengkar, mereka masih saling mencinta satu sama lain dan bisa mencapai persetujuan di akhir pertengkaran. Ini juga berarti bahwa semua topik yang tidak bisa diselesaikan harus dibatasi jika anak berada di dekat anda.

3. JANGAN MELAKUKAN KEKERASAN

Dalam semua kasus, terutama ketika bertengkar di depan anak, jangan lakukan kekerasan secara fisik atau secara emosional atau menyerang pasangan dengan kata – kata kotor jika tidak bisa mencapai kesepakatan. Ingat, anak anda melihat, mendengar dan akan belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar.

4. JANGAN MINTA ANAK UNTUK BERPIHAK

Jangan meminta anak untuk memihak salah satu dari anda, saat anda bertengkar dengan pasangan. Jangan pernah libatkan anak dalam pertengkaran, jadikan pertengkaran hanya antara anda dengan pasangan saja. Melibatkan anak akan membuat mereka menjadi tertekan, tidak nyaman dan menjadi benci.

Sumber : situs she knows