Bermain adalah dunia anak

0

Bermain adalah dunia anakBermain adalah dunia anak. Selain itu bermain juga merupakan hak anak – anak. Pendapat orang tua saat ini adalah dengan belajar anak bisa menjadi pintar, dan terlalu sering bermain membuat anak tidak bisa menjadi pintar. Memang pendapat ini ada benarnya jika kita melihat dari sisi kemampuan membaca, menulis, dll. Menurut Papalia, seorang ahli perkembangan manusia dalam bukunya yang berjudul Human Development, dunia anak – anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak – anak menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi indra tubuh, mengeksplorasi dunia sekitar, menemukan seperti apa dunia ini dan diri mereka sendiri. Lewat bermain, anak – anak mempelajari hal-hal baru (learn) kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat bermain pun, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang juga.

Tetapi pada jaman sekarang ini, dimana kemajuan dan persaingan juga mengalami perkembangan pesat, anak umur 1,5 tahun pun sudah mulai masuk pra TK atau Kelompok Bermain. Kemudian masuk TK, dimana sekarang bukan tempat untuk bermain lagi melainkan sudah mulai menjadi tempat mengajar anak membaca, menulis dan berhitung. Orang tua semakin ambisius untuk mewujudkan keinginannya menjadikan anak semakin pintar dan terampil. Hal tersebut memang tidak salah, tetapi jangan abaikan kebutuhan anak yaitu bermain. Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan fisik dan mental anak.

Apa manfaat bermain bagi anak – anak ?

1. Aspek fisik

Tubuh anak menjadi lebih sehat, karena banyak kegiatan – kegiatan fisik yang dilakukan pada saat bermain.

2. Aspek perkembangan motor kasar dan halus

Hal ini berhubungan dengan keterampilan anak.

3. Aspek sosial

Anak belajar untuk berinteraksi dengan orang lain, menjalin hubungan dengan teman sebaya, belajar berbagi, mempertahankan hubungan, pemecahan masalah bahkan juga belajar berpisah dari ibu atau pengasuhnya.

4. Aspek bahasa

Anak akan semakin terlatih untuk berkomunikasi dan memperluas pergaulannya.

5. Aspek emosi dan kepribadian

Melalui bermain, anak memiliki rasa percaya diri dan harga diri. Dia akan berusaha melepaskan ketegangan yang dialaminya melalui permainan yang dilakukannya.

Dalam memilih alat bermain, sebaiknya carilah bahan – bahan yang tidak berbahaya, hindari alat permainan yang bersudut runcing, mengandung warna dan rasa yang beracun, sambungan kurang kuat, mudah rusak, dll.

Selalu usahakan memberikan waktu untuk bermain bagi anak, karena bagaimanapun anak – anak kita juga memiliki kebutuhan untuk memberi rasa nyaman pada dirinya sendiri.